Tim PSKK Universitas Gajah Mada Yogyakarta terlihat kompak sebelum meninggalkan kabupaten Majalengka.

Tim Survei PSKK Universitas Gajah Mada Yogyakarta terlihat kompak sebelum meninggalkan kabupaten Majalengka.

TENJOLAYAR – Selasa, pagi (17/01/2017) melalui telepon selular dari wilayah kecamatan Bantarujeg, tempat wilayah  tugas terakhir,   Tim Survei dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gajah Mada Yogyakarta,di wakili Iswandi berpamitan kepada Pemerintah Desa Tenjolayar akan bertolak pulang setelah selesai melakukan Survei di Kabupaten Majalengka .

Rombongan yang dipimpin Rini Handayani  (Supervisor)  bersama anggota tim terdiri dari: Iswandi , Adib, Try, Khobir, Intan , Wening, Laila , Zone , Nita, Tika , dan Darnia, menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan juga kepada seluruh Camat , Kepala Desa beserta stafnya dan seluruh responden yang wilayahnya telah diambil sampel dan telah menyambut , menerima tim dengan baik.

“Pelaksanaan Survei ini memfokuskan pada pelayanan pendidikan dan kesehatan. Kegiatan ini berlangsung sejak 6 November 2016 hingga 17 Januari 2017 di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka. Selama proses pengambilan data dilapangan tentunya sangat menguras energi karena survei ini melibatkan beberapa instansi mulai dari ,Kecamatan, Pemdes ,Sekolah (SD,SMP) ,Puskesmas ,Bidan, Posyandu, dan juga masyarakat. Kualitas dan kerahasiaan data sudah menjadi prinsip mutlak bagi kami sebagai petugas survei. Banyak suka duka dan tantangan yang kami hadapi .

Respon positif dan negatif pun menjadi hal yang biasa yang kami terima dari responden , alasan  ke khawatiran dan penyalahgunaan data banyak kita temui khususnya di instansi terkait. Medan yang kami tempuh pun sangat menantang karena sebagian besar objek survei kita berada di dataran yang tinggi , letak geografis yang cukup jauh , akses jalan sebagian rusak dan rawan longsor serta masih banyak tantangan lain yang kami temui tetapi itu semua tidak mengurangi semangat kita.

Pengalaman yang tak kalah berkesan adalah ketika kami sangat diterima baik oleh responden ,menjamu dan mengenalkan makanan khas daerah membuat suasana menjadi lebih akrab . Keberhasilan dari survei kami sangat tergantung pada respon dan data yang kami peroleh sehingga kami bisa mengolahnya dengan baik. Dari data primer dan sekunder yang kami peroleh akan dianalisis bersamaan dengan semua data yang dihimpun dari semua kabupaten yang menjadi sample survei ini. Data yang sudah diolah tersebut harapannya bisa menjadi pengambilan kebijakan pemerintah terkait situasi pelayanan kesehatan dan pendidikan,” ucap Iswandi menceritakan pengalamannya melalui jaringan telepon beberapa saat sebelum berangkat kepulanganya yang rencana pada pukul 07 30 WIB menggunakan kendaraan carter rombongan , yang sehari sebelumnya menitipkan kendaraan roda dua yang selama ini dipakai dilapangan ke jasa ekspedisi  yang ada di stasiun kereta api Cirebon yang berjarak 80 kilometer dari tempat menginap. (Di2)

Bagikan Berita